Secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakanTCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Gara - Gara Uang Kecil
“Vel.....” panggil Ibu. Hampir membuatku terjatuh dari kursi karena kaget. Tergopoh-gopoh aku menuju sumber suara. Ternyata Ibu telah berdiri di dekat meja TV dengan muka marah sambil menaruh tangan kanan di dipinggangnya. Mirip seperti teko.
“Uang siapa ini?” tanya Ibu, sambil menunjuk 3 keping uang Rp 50,00
Aku menjawab dengan muka masam, “Uangku, bu.”
“Kenapa ditaruh sembarangan? Bukankah kamu sudah punya dompet untuk menyimpan uang?” tanya Ibu lagi.
“Itu kan Cuma uang kecil, bu. Tidak perlu disimpan. Lagipula uang Rp 50,00 itu kan jarang digunakan. Bisa-bisa nanti justru memenuhi isi dompetku.” jawabku santai.
“Sudah ibu bilang ratusan kali. Jangan suka meremehkan uang. Bisa-bisa nanti malah kamu yang diremehkan sama uangnya.” kata Ibu.
“Ibu ini ada-ada saja. Mana mungkin uangnya meremehkan kita. Uang itu kan benda mati, bu.” sangkal aku.
“Eh, anak muda zaman sekarang ya, dibilangin orang tua malah ngebantah. Pokoknya walaupun nilai nominal uang itu kecil dan jarang digunakan, tetap tidak boleh ditaruh sembarangan. Uang kecil bila dikumpulkan kan bisa jadi besar manfaatnya. Seperti pepatah yang berbunyi sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.” jelas Ibu.
Walaupun percekcokan tadi telah usai, aku tetap tidak mengerti mengapa Ibuku selalu ribut dan cerewet hanya gara-gara uang Rp 50,00. Sebenarnya nasihat dari Ibuku tadi sudah ratusan kali kudengarkan tetapi sama sekali tidak pernah aku perhatikan dan laksanakan. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri, begitulah aku.
Suatu sore, aku pergi ke toko buku & perlengkapan alat sekolah yang letaknya tidak jauh dari kompleks rumahku untuk membeli peralatan menulis. Sebelum berangkat ke toko, aku meminta uang kepada Ibuku.
“Ibu, aku minta uang buat membeli alat tulis ya...” pintaku pada Ibu.
“Wah.., anak sekolah zaman sekarang memangnya diajarin apa aja sih sama gurunya disekolah? “ tanya Ibu.
“Memangnya kenapa, bu?” tanyaku.
“Ya habisnya, kemarin kamu minta uang buat beli alat tulis. Eh, sekarang minta lagi. Memangnya murid zaman sekarang doyan makan alat tulis ya?” ledek Ibu.
“Ah, ibu ini. Sudah deh, jangan ngeledekin. Ini alat tulisnya beda, bu.” jelasku.
“Iya iya. Memang mau minta berapa Vel?” tanya Ibu.
“Rp 15.000,00 saja sudah cukup, bu.” jawabku.
“Ya sudah, ini uangnya. Nanti kalau ada kembaliannya, segera berikan ke Ibu ya, nieq. Jangan malah kamu korupsi seperti Nazarudin atau Melinda Dee. Masa kecil-kecil sudah berani korupsi, gimana pas gedenya dong?” ledek Ibu.
“Iya iya, bu. Siapa lagi yang mau ngorupsi? Kalau sejak kecil sudah dibiasakan korupsi, gimana nasib negaranya pas waktu gede? Apa kata dunia coba? Ibu ini, hobi banget deh ngeledekin anaknya sendiri.” ucapku.
Sesampainya di toko buku, aku segera mengambil alat-alat tulis yang aku butuhkan. Setelah mengambil semua barang yang kubutuhkan, aku segera ke tempat kasir untuk membayarnya.
“Berapa total harganya mbak?” tanyaku pada mbak kasir.
“Total harga semuanya Rp 15.950,00 dik.” jawab mbak kasir.
Padahal aku tadi kan cuma diberi uang Rp 15.000,00 sama Ibu.
“Wah, gimana ini?” keluhku dalam hati.
Akupun segera mengaduk-aduk isi dompetku, untuk memeriksa barangkali ada uang receh. Syukurlah, akhirnya aku menemukan sekeping Rp 500,00. Namun aku tetap belum lega, karena uangnya masih kurang Rp 450,00. Segera aku merogoh-rogoh isi kantung celanaku. Akhirnya aku menemukan 2 keping uang Rp 200,00.
“Tapi kan masih kurang Rp 50,00. Gimana dong ini? Masa aku harus mengurangi salah satu barang ini? Ini semuanya kan penting buat besok. Apa aku langsung kabur aja? Jangan, itu kan mencuri namanya. Mau ditaruh dimana mukaku nanti? Kenapa sih pada saat-saat sekarang ini tokonya tidak mengadakan diskon? Kan lumayan tuh. Duh, skak mat deh kayaknya aku” pikirku.
“Tidak jadi dulu deh mbak, kayaknya barangnya ada yang kelebihan.” kataku.
“Oh, ya sudah dik.”
Sambil menahan malu, aku segera pergi menuju rak-rak buku untuk menyembunyikan mukaku.
“Bahaya kan kalau aku sampai ketemu para paparazzi, terus mukaku ini terpajang di majalah people. Bisa-bisa artis Hollywood iri sama aku.” pikirku untuk menenangkan diri.
Akhirnya aku mencoba untuk memilih barang-barang yang penting saja. Namun semuanya kan penting, karena besok ada pelajaran kesenian untuk menggambar proyeksi rumah.
”Aku butuh semua alat tulis ini.” pikirku.
Dengan terpaksa, aku merelakan kepergian sang drawing pen 0,2 ml warna hitam dengan merk snowman yang telah kupilih tadi kembali pada raknya.
“Bye..” pikirku.
“Tidak apa-apa Vel, mungkin besok kamu bisa pinjam punya temanmu.” kataku dalam hati.
Setelah itu aku kembali ke tembat kasir dan membayar semua barang yang telah kupilih tadi. Sepanjang perjalanan pulang, aku baru menyadari bahwa semua nasihat Ibu ada benarnya juga. Uang Rp 50,00 memang uang kecil, tetapi jika tidak ada akan repot jadinya. Seperti yang telah kualami tadi. Akupun berjanji tidak akan meremehkan uang Rp 50,00 lagi. Aku akan menyimpan dengan baik tiap uang yang kumiliki tanpa peduli besar atau kecil.
Aku menceritakan peristiwa di toko tadi pada Ibu. Aku juga mengatakan akan melaksanakan nasihat dari Ibu. Ibu pun tersenyum bahagia mendengar hal itu.
“Nah, gitu dong Vel. Itu baru namanya anak yang patuh sama orang tua.” kata Ibu.
Wahh.., ternyata uang kecil juga punya manfaat yang besar kan teman. ^_^ (nieq)
Bom Waktu
Setiap manusia memiliki waktu yang sama dalam hidupnya: 24 jam dalam sehari semalam, 7 hari dalam satu pekan, dan 12 bulan dalam satu tahun. Kepandaian setiap orang dalam memanfaatkan jatah waktu itulah yang akan membedakannya dari orang lain. Ada orang dalam 24 jam-nya mampu melakukan 100 kebaikan, sementara itu ada pula orang yang dengan 24 jam-nya hanya mampu melakukan 10 kebaikan atau bahkan tidak melakukan kebaikan sama sekali. Ada orang-orang yang dalam kesehariannya memiliki produktivitas sampai 100 % dan ada pula orang-orang yang dalam kesehariannya hanya mampu memiliki produktivitas tidak lebih dari 10%.
Mengapa bisa demikian?
Jawabannya adalah pemanfaatan waktu. Siapa yang paling pandai memanfaatkan waktunya, dialah yang akan memiliki produktivitas paling tinggi.
Diantara kepiawaian memanfaatkan waktu adalah kepandaian dalam memanfaatkan waktu luang. Setiap hari kita pasti memiliki waktu luang. Waktu luang itu bisa berupa waktu yang betul-betul luang atau tidak ada agenda yang kita miliki ketika itu. Bisa jadi pula waktu luang yang berasal dari alokasi waktu yang terlalu banyak untuk suatu hal yang tidak bermanfaat, seperti tidur dan bersantai-santai.
Mengapa ada orang yang bisa sampai merasa tidak punya agenda pada suatu waktu?
Mengapa ada orang yang suatu ketika jadi bertanya pada dirinya sendiri: “Mau ngapain ya aku sekarang?” atau “Enaknya ngapain ya aku sekarang?” ?
Mungkinn sebabnya adalah karena yang bersangkutan kurang bagus dalam me-manage waktunya sendiri. Seandainya dia me-list segala hal yang mestinya dia lakukan, kemudian mengurutkannya berdasarkan prioritas. Saya yakin alokasi waktu yang ada tidak akan cukup menampung semua hal yang telah ia list tadi. Ini artinya mau tidak mau ia harus memangkas beberapa hal yang berada urutan paling bawah, yang bisa jadi masih bisa dilakukan pada kesempatan yang lain.
Melihat kenyataan ini, jika ada orang yang pada suatu kesempatan masih sempat merasa bahwa ia tidak punya agenda maka sudah pasti permasalahannya adalah ketidakmampuannya dalam merencanakan agenda. Untuk menyiasati hal ini, sangatlah baik jika setiap orang menyempatkan beberapa saat dari waktunya untuk membuat perencanaan aktivitas. Bila perlu, catatlah perenanaan aktivitas tersebut secara detail. Cara ini cukup handal dalam me-manage diri kita untuk bisa optimal dalam pemanfaatan waktu.
Ada lagi fenomena lain dari ketidakmampuan seorang memanfaatkan waktu, yaitu ketika melihat orang0orang yang menghabiskan sekian lama dari waktunya untuk halhal yang tidak jelas manfaatnya. Contohnya: ngobrol kesana kemari sambil leyeh-leyeh, tidur terlalu banyak, berjam-jam main game, berjam-jam nonton televisi, dan sebagainya. Barangkali hal-hal seperti inilah yang sangat sering menjadi penyebab habisnya waktu yang kita miliki, tanpa kita sadari. Tidak jarang kita menemui orang-orang yang mengeluh, “Waduh, saya tidak punya waktu nih.” Bahkan saya pun pernah mengalaminya (hhe..:p). Ada lagi orang-orang yang kehilangan waktunya karena ia terlalu boros dalam penggunaan waktu. Yang saya maksud dengan boros disini adalah tidak efisien. Contohnya, menghabiskan waktu 4 jam untuk sebuah rapat yang semestinya bisa dilakukan selama 1 jam. Rapatnya menjadi berlarut-larut karena masing-masing berangkat menuju rapat dengan pikiran kosong, atau karena metode pembahasannya terlalu bertele-tele dan tidak efisien, atau karena terlalu banyak canda dan tawa didalamnya, atau terlalu banyak debat dan usulan-usulan yang tidak perlu, atau karena sebab-sebab inefisiensi lainnya.
Ketidakpandaian memanfaatkan waktu luang pada dasarnya adalah BOM WAKTU. Jika seseorang tidak bisa memanfaatkan waktu-waktu luangnya untuk menyelesaikan kewajiban-kewajibannya, maka ia harus bersiap-siap menemui suatu waktu dimana kewajiban-kewajiban itu akan bertumpuk dan menindih tubuhnya. Ketika itu ia akan dipaksa untuk menyelesaikan semuanya, sementara waktu yang ia miliki sangat terbatas. Ketika itulah biasanya ia baru sadar mengapa ia tidak menunaikan kewajiban-kewajiban itu pada waktu-waktu luang yang sebelumnya ia miliki. Ketika itulah ia akan menyesal mengapa ia suka menunda-nunda segala sesuatu atau mengapa ia tidak mampu merencanakan segala sesuatunya dengan lebih baik.
Jika begini, masihkah kita suka menyia-nyiakan waktu kita?
Atau masihkah kita suka menunda-nunda segala sesuatu?
Jaringan komputer
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.
Sejarah Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Daftar kejadian penting
| Tahun | Kejadian | |
|---|---|---|
| 1957 | Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik. | |
| 1958 | Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer. | |
| 1962 | J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer. | |
| Awal 1960-an | Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata. | |
| Pertengahan 1960-an | ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah. | |
| 1965 | Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson. | |
| 1968 | Jaringan Tymnet dibuat. | |
| 1971 | Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas. | |
| 1972 | Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet" | |
| 1972-1974 | Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up. | |
| 1973 | ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia. | |
| 1974 | Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection". | |
| 1974 | Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama. | |
| 1977 | Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET. | |
| 1978 | Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP). | |
| 1979 | Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis. Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie. | |
| Awal 1980-an | Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia. Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung. Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP). CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET. | |
| 1982 | Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut. Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut. Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet. | |
| 1986 | Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer. |
Kejadian penting lainnya
Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.





